Ketua Fraksi PKB DPRD Kab. Tangerang Temui Mahasiswa Yang Gelar Aksi Demonstrasi
Senin, 01 September 2025 | 19.12 WIB

TANGERANG,- Gelombang protes dan demonstrasi telah melanda berbagai wilayah di Indonesia sejak 25 Agustus 2025, dipicu oleh ketidakpuasan masyarakat terhadap kenaikan tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan kenaikan pajak bumi dan bangunan.
Demonstrasi ini kemudian meluas menjadi bentrokan besar setelah seorang pengemudi ojek daring, Affan Kurniawan, meninggal dunia setelah tertabrak kendaraan lapis baja polisi.
Mahasiswa, pekerja, dan pengemudi ojek daring menjadi garda terdepan dalam aksi protes ini, menuntut pemerintah pusat untuk mencabut kebijakan pajak baru dan menuntut transparansi dalam penggunaan anggaran.
Demonstrasi di Kabupaten Tangerang
Baru-baru ini, puluhan mahasiswa dari HMI, PMII, dan BEM menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Kabupaten Tangerang, pada Senin, 01 September 2025.
Mereka menuntut beberapa hal, antara lain:
- Klarifikasi dari Wakil Ketua DPRD terkait pernyataan tidak ada kenaikan tunjangan.
- Menuntut ketua DPRD melakukan Permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas kebingungan dan keresahan publik yang ditimbulkan.
- Meminta Bupati Tangerang mencabut dan membatalkan Peraturan Bupati No. 1 Tahun 2026 karena dinilai tidak berpihak pada kepentingan rakyat.
- Menuntut Bupati, DPRD, dan Kapolresta Tangerang menjamin perlindungan hak demokrasi masyarakat, termasuk memastikan tidak terjadi tindakan represif hingga pembunuhan terhadap massa aksi.
- Transparansi penuh terkait tunjangan DPRD Kabupaten Tangerang sesuai prinsip keterbukaan informasi publik.
Dengan ini, Ketua Fraksi PKB Kabupaten Tangerang, Muhammad Rapiudin Akbar, menemui langsung massa aksi dan mengapresiasi kegiatan yang berjalan damai dan tertib.
Ia menyatakan bahwa semua tuntutan mahasiswa didengar dan disepakati bersama Forkopimda demi kepentingan bersama. Ia juga mengapresiasi mahasiswa yang semakin dewasa dalam menyampaikan aspirasi.
Reporter: Heri Yanto




