OPINI

Menjemput Lailatul Qodar Di Sepertiga Akhir Ramadhan

Selasa, 10 Maret 2026 | 19.43 WIB

Ramadhan 1447 H sudah terlewati dua pertiganya. Dua puluh hari telah terlewati. Kini hanya tersisi sepertiganya. Di waktu yang tersisa, kita masih menunggu datangnya malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam yang di tunggu umat manusia karena malam itu akan ada kemuliaan. Seribu bulan itu setara dengan 83 tahun 3 bulan, luar biasa . waktu yang sangat panjang untuk mengukur arti sebuah lailatul qodar.

Terjemah surat al Q odar ayat 1-5 menggambarkan tentang kemuliaan malam itu. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan , Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan, Pada malam itu turun para malaikat dan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.

Pada ayat pertama disebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadr, yang menunjukkan bahwa malam tersebut adalah malam yang sangat mulia dan penuh berkah. Al Quran sebagai petunjuk manusia merupakan sebuah kitab suci yang sempurna dan berpahala bagi yang membacanya. Peristiwa turunnya Al-Qur’an menjadi tanda bahwa malam ini memiliki kedudukan istimewa dalam Islam dan menjadi salah satu waktu terbaik untuk beribadah kepada Allah.

Selain itu, dalam surah tersebut dijelaskan bahwa malam Lailatul Qadr lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, amal ibadah yang dilakukan pada malam ini nilainya lebih baik dan sungguh Allah akan memberikan nikmat berupa keberkahan bagi pribadi yang bersungguh-sungguh menjemput lailatul qodar di 10 terakhir bulan Ramadhan ini. Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti salat, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa agar mendapatkan pahala yang besar pada malam tersebut.

Pada malam Lailatul Qadr juga turun para malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Allah untuk mengatur berbagai urusan. Malam itu penuh dengan kedamaian dan keberkahan hingga terbit fajar. Karena keutamaannya yang besar, umat Islam biasanya mencari malam Lailatul Qadr terutama pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Saat ini kita menyaksikan bahwa banyak urusan, masalah yang terjadi di sekitar kita, maka sudah seharusnya kita bersama-sama bersungguh-sungguh untuk mendapatkan malam lailatul qodar ini.

Kenyataannya saat ini kita sering menyaksikan masih banyak yang melakukan aktivitas, justru menjauhkan dari hal-hal yang bisa menjadi wasilah untuk mendapatkan malam lailatul qodar., Banyak yang melakukan aktivitas untuk menyambut lebaran sepeeti berburu baju dan mempersiapkan lebaran dengan aktivitas yang menjauhkan untuk mendapatkan lailatul qodar.

Jumlah jamaah di masjid atau musholla saat ini banyak yang sudah berkurang shafnya karena banyak jamah yang beralih untuk berburu pernak-pernik lebaran. Seperti menyiapkan baju lebaran, membuat berbagai macam kue dan ada juga yang sampai merubah warna cat rumah, warna rambut, dan masih banyak lagi untuk menyambut lebaran. Yang perlu diingat adalah bahwa lebaran adalah hari kemenangan. Senang dan bahagia memang harus kita tunjukkan. Namun bukan berarti aktivitas itu semua membuat kita malah mengesampingkan penyambutan malam lailatur qodar yang lebih banyak keutamaan.

Yang perlu kita ingat pula, saat ini saudara-saudara kita di Palestina, Sudan, Iran dan masih banyak lagi negeri Islam dan kondisinya sedang memprihatinkan. Jangan sampai niatan kita untuk menyambut hari kemennagan, justru yang tumbuh adalah hilangnya rasa peduli dan empati kita. Wallahu’alam bishowab. 

Ditulis oleh: Yani Suryani (Pegiat Literasi)

Redaksi Focus

Putera Tigaraksa - Kab. Tangerang, Senang Berkegiatan Sosial. Berawal dari keinginan belajar menulis, kini menulis menjadi HOBI.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button